Selasa, 03 Juli 2012

UAS politik


Nama : Zusrini
NIM : 1111015000037
Kelas : II IPS B
UAS Pengtar Ilmu Politik

1.      Apakah Ideologi itu? Dan jelaskan kelebihan dan kekurangan Pancasila dari dua ideologi lainnya (Liberalisme dan Komunisme) dan (jelaskan pula) bagaimana cara paling tepat menjadikan Pancasila sebagai rujukan bersama semua warga negara Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehari-hari?
Jawab:
a.       Pengertian Ideologi
Istilah “Ideologi” yang dibentuk oleh kata “ideo” yang artinya pemikiran, khayalan, keyakinan, dan “logi” yang berarti logika, ilmu atau pegetahuan dapat didefenisikan sebagai ilmu tentang keyakinan-keyakinan dan gagasan-gagasan.
Ali Syariati mendefenisikan ideologi sebagai “keyakinan-keyakinan dan gagasan-gagasan yang ditaati oleh suatu kelompok, suatu klas sosial, suatu bangsa atau satu ras tertentu”. (Ali Syariati, 1984: 72)
Jadi, Ideologi anggap sebagai pandangan, cita-cita, nilai dan keyakinan yang ingin diwujudkan dalam kehidupan bernegara. Ideologi begitu diperlukan, sebab ideologi dianggap dapat membangkitkan kesadaran akan kemerdekaan dan menanamkan semangat dalam perjuangan masyarakat untuk bergerak melawan penjajah. Ideologi bertujuan untuk mempersatukan sesama warganegara, Ideologi mempersatukan orang dari berbagai suku, budaya dan agama.
b.      Kekurangan dan Kelebihan Komunisme dan Liberalisme dalam Ideologi Pancasila
1)      Komunisme
a)      Kekurangan
Ø  Pers dijadikan alat propaganda oleh pemerintah untuk menyebarkan nilai – nilai komunis
Ø  Mematikan inisiatif individu untuk maju, sebab segala kegiatan diatur oleh pusat
Ø  Sering terjadi monopoli yang merugikan masyarakat.
Ø  Masyarakat tidak memiliki kebebasan dalam memiliki sumber daya.
b)      Kelebihan
Ø  Dalam bidang ekonomi pada ideolohi kamunisme cenderung stabil.
Ø   Pemerintah menentukan jenis kegiatan produksi sesuai dengan perencanaan sehingga pasar barang dalam negri berjalan dengan lancer.
Ø  Relatif mudah melakukan distribusi pendapatan.
Ø  Jarang terjadi krisis ekonomi karena kegiatan ekonomi direncanakan oleh pemerintah.
Ø  Tidak ada pembagian kelas apapun ketimpangan yang ada
2)      Liberalisme
a)      Kelemahan
Ø  Sulit melakukan pemerataan pendapatan.
Ø  Pemilik sumber daya produksi mengeksploitasi golongan pekerja, sehingga yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin.
Ø  Sering muncul monopoli yang merugikan masyarakat.
Ø  Sering terjadi gejolak dalam perekonomian.
b)      Kelebihan
Ø  Menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarkat dalam mengatur kegiatan ekonomi.
Ø  Setiap individu bebas memiliki sumber-sumber daya produksi.
Ø  Timbul persaingan untuk maju.
Ø  Menghasilkan barang-barang bermutu tinggi, karena barang yang kurang bermutu tidak akan laku di pasar.
Ø  Efisiensi dan efektivitas tinggi.  
Ø  Kontrol sosial dalam sistem pers liberal berlaku secara bebas.
Ø  Masyarakat dapat memilih partai politik tanpa ada gangguan dari siapapun.
c.       Cara tepat menjadikan pancasila kehidupan berbangsa
Pancasila emang sangat cocok dalam masyarakat Indonesia. Dengan begitu banyak ragam suku ethis di Indonesia dapat tersatukan oleh sebuah ideology yaitu pancasila. Pancasila memang dirasa baik dari semua ideology yang ada. Bisa dikatakan bahwa pancasila merupakan gabungan antara liberlisme, komunisme dan islamisme.
Ideologi pancasila sebagai pembentuk solidaritas (rasa kebersamaan) dengan mengangkat berbagai perbedaan ke dalam tata nilai yang lebih tinggi. Fungsi pemersatu itu dilakukan dengan menyatukan keseragaman ataupun keanekaragaman, misalnya dengan memakai semboyan "Kesatuan dalam Perbedaan" dan "Perbedaan dalam Kesatuan".

2.      Jelaskan unsur-unsur persamaan dalam Pancasila dan Demokrasi? Dan bagaimana menjadikan prinsip dan nilai demokrasi dan Pancasila seiring dan sejalan dalam praktik politik di Indonesia?
Jawab:
Unsur-unsur Pancasila dapat disetarakan atau sama dengan rumusan Demokrasi (Cipto, 2002:31-37) yaitu  meliputi:
a.       Kebebasan Menyatakan Pendapat
Kebebasan menyatakan pendapat adalah sebuah hak bagi warganegara biasa yang wajib dijamin dengan undang-undang dalam sebuah system politik demokrasi (Dahl, 1971).  Dalam Pancasila juga mengakui adanya kebebasan berpendapat dalam musyawarah. Setiap warnagenaga bebas memiliki pendapat dalam rapat negara.
b.      Kebebesan Berkelompok
Berkelompok dalam suatu organisasi merupakan nilai dasar Demokrasi yang diperlukan bagi setiap warganegara. Dalam Pancasila juga bebas bagi warganegara untuk berkelompok. Hal ini terbukti dengan adanya persatuan Indonesia.
c.       Kebebasan Berpartisipasi
Merupakan gabungan dari kebebasan berpendapat dan berkelompok. Pemilu merupakan contoh dari budaya Demokrasi yang ada di Indonesia. Dalam Pancasila kebebasan partisipasi terlihat pada pelaksanaan kewajiaban sebagai warganegara kepada negaranya.
d.      Kesetaraan antar Warga
Kesetaraan di sisi diartikan sebagai adanya kesempatan yang sama bagi setiap warganegara. Kesetaraan memberi tempat bagi setiap warganegara tanpa membedakan etnis, bahasa, daerah, maupun agama. Dalam Pacasila Kesetaraan terdapat pada nilai kesejahteraan dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. disini bisa terllihat adanya keadilan dalam  yang tidak memandang golongan manapun.
e.       Rasa Percaya (Trust)
Rasa percaya merupakan nilai dasar lain yang diperlukan agar demokrasi dapat terbentuk. Sebuah pemerintahan demokrasi akan sulit berkembang bila tidak ada rasa percaya. Dalam Pancasila kepesircayaan terdapat pada kerakyatan yang dipimpin oleh  pemerintahan yang bijak yang sudah legitim.
f.       Kerjasama
Dalam Demokrasi terdapat kerjasama melalui kompromi, bermusyawarah berdasarkan asas saling menghargai. Dalam Pancasila kerja sama terlihat pada permusyawarah, yang di dalam nya terdapat kompromi antar warga.
Pacasila adalah dasar hukum, pancasila merupakan sumber dari segala sumber hukum yang ada. Dengan nilai-nilai pancasila yang begitu sacral. Dalam menjalankan Negara yang Demokratis harusnya dalam politik harus dapat mejunjung nilai-nilai pancasila dalam setiap praktek politiknya. Harus ada kesadaran tersendiri bagi politikus untuk dapat menjalankan tugas-tugasnya yang sesuai dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Apabila ini semua telah terlaksana dengan baik, maka tidak mungkin suatu saat nanti kita akan menjadi negara makmur yang dipercontohaan bagi negara-negara lain
Sumber:
Ahmad Kosasih Djahiri,Pancasila sebagai ideologi bangsa,Jakarta: Prenada Media,2008
Dipoyudo kirdi, 1984. Pancasila arti dan pelaksanaannya, Jakarta : CSIS
Lembaga Pancasila Indonesia,Pancasila Sebagai Dasar Negara,Jakarta:2000




Tidak ada komentar:

Posting Komentar