Nama
: Zusrini
NIM
: 1111015000037
Kelas : II IPS B
UAS Pengtar Ilmu Politik
1. Apakah Ideologi
itu? Dan jelaskan kelebihan dan kekurangan Pancasila dari dua ideologi lainnya
(Liberalisme dan Komunisme) dan (jelaskan pula) bagaimana cara paling tepat
menjadikan Pancasila sebagai rujukan bersama semua warga negara Indonesia dalam
kehidupan berbangsa dan bernegara sehari-hari?
Jawab:
a.
Pengertian Ideologi
Istilah
“Ideologi” yang dibentuk oleh kata “ideo” yang artinya pemikiran, khayalan,
keyakinan, dan “logi” yang berarti logika, ilmu atau pegetahuan dapat
didefenisikan sebagai ilmu tentang keyakinan-keyakinan dan gagasan-gagasan.
Ali Syariati
mendefenisikan ideologi sebagai “keyakinan-keyakinan dan gagasan-gagasan yang
ditaati oleh suatu kelompok, suatu klas sosial, suatu bangsa atau satu ras
tertentu”. (Ali Syariati, 1984: 72)
Jadi, Ideologi
anggap sebagai pandangan, cita-cita, nilai dan keyakinan yang ingin diwujudkan
dalam kehidupan bernegara. Ideologi begitu diperlukan, sebab ideologi dianggap
dapat membangkitkan kesadaran akan kemerdekaan dan menanamkan semangat dalam
perjuangan masyarakat untuk bergerak melawan penjajah. Ideologi bertujuan untuk
mempersatukan sesama warganegara, Ideologi mempersatukan orang dari berbagai
suku, budaya dan agama.
b.
Kekurangan dan Kelebihan Komunisme dan Liberalisme dalam Ideologi Pancasila
1)
Komunisme
a)
Kekurangan
Ø
Pers dijadikan alat propaganda oleh
pemerintah untuk menyebarkan nilai – nilai komunis
Ø
Mematikan inisiatif individu untuk
maju, sebab segala kegiatan diatur oleh pusat
Ø
Sering terjadi monopoli yang merugikan
masyarakat.
Ø
Masyarakat tidak memiliki kebebasan
dalam memiliki sumber daya.
b)
Kelebihan
Ø
Dalam bidang ekonomi pada ideolohi
kamunisme cenderung stabil.
Ø
Pemerintah menentukan jenis kegiatan produksi
sesuai dengan perencanaan sehingga pasar barang dalam negri berjalan dengan
lancer.
Ø
Relatif mudah melakukan distribusi
pendapatan.
Ø
Jarang terjadi krisis ekonomi karena
kegiatan ekonomi direncanakan oleh pemerintah.
Ø
Tidak ada pembagian kelas apapun
ketimpangan yang ada
2)
Liberalisme
a)
Kelemahan
Ø Sulit melakukan
pemerataan pendapatan.
Ø Pemilik sumber
daya produksi mengeksploitasi golongan pekerja, sehingga yang kaya makin kaya,
yang miskin makin miskin.
Ø Sering muncul monopoli
yang merugikan masyarakat.
Ø Sering terjadi
gejolak dalam perekonomian.
b)
Kelebihan
Ø
Menumbuhkan inisiatif dan kreasi
masyarkat dalam mengatur kegiatan ekonomi.
Ø
Setiap individu bebas memiliki
sumber-sumber daya produksi.
Ø
Timbul persaingan untuk maju.
Ø
Menghasilkan barang-barang bermutu
tinggi, karena barang yang kurang bermutu tidak akan laku di pasar.
Ø
Efisiensi dan efektivitas tinggi.
Ø
Kontrol sosial dalam sistem pers
liberal berlaku secara bebas.
Ø
Masyarakat dapat memilih partai politik
tanpa ada gangguan dari siapapun.
c.
Cara tepat menjadikan pancasila
kehidupan berbangsa
Pancasila emang
sangat cocok dalam masyarakat Indonesia. Dengan begitu banyak ragam suku ethis
di Indonesia dapat tersatukan oleh sebuah ideology yaitu pancasila. Pancasila
memang dirasa baik dari semua ideology yang ada. Bisa dikatakan bahwa pancasila
merupakan gabungan antara liberlisme, komunisme dan islamisme.
Ideologi pancasila sebagai pembentuk solidaritas (rasa
kebersamaan) dengan mengangkat berbagai perbedaan ke dalam tata nilai yang
lebih tinggi. Fungsi pemersatu itu dilakukan dengan menyatukan keseragaman
ataupun keanekaragaman, misalnya dengan memakai semboyan "Kesatuan
dalam Perbedaan" dan "Perbedaan dalam Kesatuan".
2. Jelaskan
unsur-unsur persamaan dalam Pancasila dan Demokrasi? Dan bagaimana menjadikan
prinsip dan nilai demokrasi dan Pancasila seiring dan sejalan dalam praktik
politik di Indonesia?
Jawab:
Unsur-unsur Pancasila dapat disetarakan atau sama dengan rumusan Demokrasi (Cipto, 2002:31-37) yaitu
meliputi:
a.
Kebebasan
Menyatakan Pendapat
Kebebasan menyatakan pendapat
adalah sebuah hak bagi warganegara biasa yang wajib dijamin dengan
undang-undang dalam sebuah system politik demokrasi (Dahl, 1971). Dalam Pancasila juga mengakui adanya
kebebasan berpendapat dalam musyawarah. Setiap warnagenaga bebas memiliki
pendapat dalam rapat negara.
b.
Kebebesan
Berkelompok
Berkelompok dalam suatu organisasi
merupakan nilai dasar Demokrasi yang diperlukan bagi setiap warganegara. Dalam Pancasila juga bebas bagi warganegara untuk berkelompok. Hal ini
terbukti dengan adanya persatuan Indonesia.
c.
Kebebasan
Berpartisipasi
Merupakan gabungan dari
kebebasan berpendapat dan berkelompok. Pemilu merupakan contoh dari budaya
Demokrasi yang ada di Indonesia. Dalam Pancasila kebebasan partisipasi terlihat
pada pelaksanaan kewajiaban sebagai warganegara kepada negaranya.
d.
Kesetaraan antar Warga
Kesetaraan di sisi diartikan sebagai adanya kesempatan
yang sama bagi setiap warganegara. Kesetaraan memberi tempat bagi setiap
warganegara tanpa membedakan etnis, bahasa, daerah, maupun agama. Dalam Pacasila
Kesetaraan terdapat pada nilai kesejahteraan dan keadilan social bagi seluruh
rakyat Indonesia. disini bisa terllihat adanya keadilan dalam yang tidak memandang golongan manapun.
e.
Rasa Percaya (Trust)
Rasa percaya merupakan nilai
dasar lain yang diperlukan agar demokrasi dapat terbentuk. Sebuah pemerintahan
demokrasi akan sulit berkembang bila tidak ada rasa percaya. Dalam Pancasila kepesircayaan terdapat pada kerakyatan yang dipimpin oleh pemerintahan yang
bijak yang sudah legitim.
f.
Kerjasama
Dalam Demokrasi terdapat kerjasama
melalui kompromi, bermusyawarah berdasarkan asas saling menghargai. Dalam Pancasila kerja sama terlihat pada
permusyawarah, yang di dalam nya terdapat kompromi antar warga.
Pacasila adalah dasar hukum, pancasila merupakan sumber dari segala
sumber hukum yang ada. Dengan nilai-nilai pancasila yang begitu sacral. Dalam
menjalankan Negara yang Demokratis harusnya dalam politik harus dapat mejunjung
nilai-nilai pancasila dalam setiap praktek politiknya. Harus ada kesadaran
tersendiri bagi politikus untuk dapat menjalankan tugas-tugasnya yang sesuai
dengan apa yang diharapkan oleh masyarakat. Apabila ini semua telah terlaksana
dengan baik, maka tidak mungkin suatu saat nanti kita akan menjadi negara
makmur yang dipercontohaan bagi negara-negara lain
Sumber:
Ahmad Kosasih Djahiri,Pancasila sebagai ideologi bangsa,Jakarta: Prenada
Media,2008
Dipoyudo kirdi, 1984. Pancasila arti dan pelaksanaannya,
Jakarta : CSIS
Lembaga Pancasila Indonesia,Pancasila Sebagai Dasar Negara,Jakarta:2000
Tidak ada komentar:
Posting Komentar